TOP POSTS & HALAMAN DI SEBUAH WORDPRESS

TOP POSTS & HALAMAN
di gembiraloka

1. Surem-Surem Diwangkara Kingkin

Lagu tlutur itu diawali dengan o panjang
o… suram suram matari menutup mata
dengan mendung tebal, seperti tak tahan
menghadapi kesedihanmu kehilangan.

Wajah layu, tubuh layu, segala teronggok
di pagi yang dipagut hampa.

2. Singgah-Singgah Kala Singgah

Sesampai di pangkur,
undakan terakhir regol semedi itu
kau masih bisa mundur, kembali
ke sinom, tempat kau biasa
mempermainkan diri.

3. Tembang Dolanan

Kau perlu berhenti.
Berbaliklah dan berlarilah
kepada masa lalu. Tataplah
matamu mata kanak kurang peluk.
Peluklah dan gendonglah sendiri
sambil menyanyikan montor-montor cilik

4. CERPEN, Paskah Terindah di Beranda Rumah

Cerpenmu itu terlalu panjang, padahal
untuk bangkit, kau tak perlu kata. Dan
yang sungguh indah tak terkatakan.

5. PENGGARIS SIKU

Cerita hidup sungguh lucu-lucu
Dan haru berliku-liku. Sebab garis
hidup telah ditarik tanpa penggaris.
Freehand-nya takterduga.

6. Arloji

Hanya manusia yang terkuasai
waktu. Tempat hewan beranak
dan tumbuhan bertumbuh
tanpa menunggu.

7. KUMPULAN KALIMAT PENDEK

Untuk apa kau mengumpulkan
kalimat-kalimat itu? adalah doa
kalau tak dikerjakan jadi dosa.

8.Suluk Tlutur (meniru gaya Ki Hadi Sugito)

Dalam pentas, diperlukan suluk sedih
dan gembira. Dalam hidup, nyanyian sedih
adalah seperti mantel basah musim hujan;
dan puisi adalah greget hidup yang dirayakan
sesunyi-sunyinya.

9. Katetangi Tetangise (Suluk Mengawali Babak Sedih)

Kata kesedihan mengingatkanku pada
Mus Mujiono, dan tangismu di hadapanku.

10

Anjrah Ingkang Puspita Arum

Bunga-bunga mekar
Tertiup angin harummu.
Bunga gadung, katamu, tak ada.
Siapa mampu menghiburku? Tak ada!
Selain diriku sendiri ketika kau pun
tak ada.

“Di kota ini ada anak muda yang tulus hati”

Jam 11 kemarin malam saya naik motor
dari Kebo Iwa menuju Akasia melewati Gatsu.
Di Lampu merah Gatsu – Bulu Indah, bensin motor habis.
Saya mendorong motor pelan-pelan ke selatan, mencari bensin.
Satu menit kemudian, seorang anak muda menghentikan motornya
di depan saya, dan bertanya, “Habis bensin?” dan saya menjawab ya.
“Di depan ada POM. Saya bantu dorong ya!” katanya, dan saya jawab
ya, terimakasih.
Saya menaiki motor mati saya dan dia menaiki motor hidup dia
sambil mendorong motor saya menggunakan kaki kiri.
Beberapa meter kemudian dia mencoba mendorong pakai kaki kanan.
“Enak dari kanan” dia menghentikan motornya lalu pindah posisi lagi.
Dia dan saya kerepotan melakukan hal itu, tapi dia tetap melakukannya.
Kata saya dalam hati, “Siapa anak muda ini…nanti di pom saya kasih uang”
Di tengah perjalanan menuju Pom, saya bertanya, “Dari mana, Mas?”
dan dia menjawab saya tadi dari Denpasar. Sepertinya dia orang dari Timor.
Tidak ada pembicaraan lain, masing-masing sibuk berkonsentrasi.
Sepuluh menit kemudian…
Jarak sepuluh meter sebelum sampai di pom bensin, jalanan menurun.
Motor mati yang saya naiki meluncur sendiri. Dia menarik gasnya
tanpa menoleh kepada saya. Saya berteriak, “Terimakasih Mas…!”
Saya mengisi bensin, lalu melanjutkan perjalanan pelan-pelan
sambil melihat-lihat kalau saya melihatnya nongkrong di mana.
Saya tidak melihatnya dan saya belum bertanya siapa namanya.
Dalam hati, “Masih banyak orang berhati tulus di dunia ini.
Sejak hari ini
Saya berusaha akan selalu membantu
siapa saja yang kehabisan bensin di tengah jalan.
Begitu bahagia mendapatkan pertolongan yang pas dibutuhkan
dan betapa terharu boleh sempat mengalami sebaris puisi
“Di kota ini ada anak muda yang tulus hati”

Amsal 25:18-20 (TB)

Orang yang bersaksi dusta terhadap sesamanya
adalah seperti gada, atau pedang, atau panah yang tajam.
Kepercayaan kepada pengkhianat di masa kesesakan
adalah seperti gigi yang rapuh dan kaki yang goyah.

Orang yang menyanyikan nyanyian untuk hati yang sedih
adalah seperti orang yang menanggalkan baju di musim dingin,
dan seperti cuka pada luka.

MENULIS PUISI ADALAH

Di tempat sampah, sebuah malam yang payah terpojok.
Sepasang pemulung renta melakukan dua hal dengan tekun.
Pertama, masing-masing menyatukan diri dengan yang terbuang
Merangkul para kotor, merengkuh para bau, memilih yang berharga
memilah mana yang masih bisa dijual, mana yang masih bisa dimakan,
mana yang masih bisa dijadikan mainan cucu yang tertidur di tenggok.
Kedua, bekerja sama meninggalkan sisa-sisa tingkah dan tikai
yang sungguh-sampah, yang akan diserahkan ke dalam api.
Sampah memang banyak tetapi sedikit yang berguna.
Di gerobak mereka ada sebuah malam numpang pulang pagi
Malam takjub melihat mimpi yang sedang seru-serunya
berguling-guling di dalam tenggok
Sementara orang-orang kaya sedang terserang insomnia.

YUSUF

Kesedihan seperti air
Tidak berubah sejak semula
Tak berkurang tak bertambah
Kesedihan hanya beralih rupa
Soda gembira jadi mendung
Kesedihan hanya berpindah
dari dia ke kau.

Hati kita adalah sawah-sawah garapan
Kita terhubung jalur-jalur kesedihan
yang bercabang-cabang seperti sungai.

Terkadang aku sawah lembah musim hujan
Kesedihan mengalir kepadaku, meluap-luap.

“Wah, siapa itu sekarang nun jauh
di mata sawah basah bukit tinggi?”

Biarlah aku sawah lembah bersumur.
Kesedihan berpindahlah daripadamu
mengalirlah dengan tenang kepadaku.

Tapi sebentar lagi musim kering
Tanpa kesedihan yang secukupnya
Apa yang bisa tumbuh baik di hatimu?

Kesedihan pernah jadi air hangat di Mesir
Yang menghidupi saudara-saudara sepengungsian
Ketika Yusup menyelinap mencari tempat tersunyi
untuk menangisi mereka yang pernah membencinya.

Beginilah Kucing Itu Pada Suatu Hari

Sekarang jadi apa kira-kira terompet itu
yang pernah kaujeritkan di tengah malam
pada akhir tahun itu, yang juga tidak mengakhiri
apa-apa yang kau ingin agar segera berakhir?

Seekor kucing sedang tidur di lazy chair jam 9 pagi
ketika seorang pekerja tergesa-gesa masuk wc
lalu tergesa-gesa keluar wc untuk melanjutkan
pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya.

Sekarang jadi apa kira-kira daftar resolusimu
yang pernah kauniatkan di ujung fajar
pada awal tahun itu, yang juga tidak mengawali
apa-apa yang kau ingin agar segera termulai?

Seorang pekerja yang sama tergesa-gesa masuk wc
lalu tergesa-gesa keluar wc untuk melanjutkan
pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya, jam 1 siang
ketika seekor kucing yang sama masih tidur di lazy chair.

Sekarang sudah jadi apa kira-kira semua itu
daya upayamu, jerih payahnya, doa dan harapanmu,
sudahkah kehidupanmu lebih layak dari kucing itu?

Ia bangun jam 1 siang lebih sedikit
merenggangkan otot sepuas-puasnya
lalu berjalan-jalan dengan sangat santai. Tiba-tiba ia
mendongak, bersiaga di bawah kalender. Matanya nanar.

Jam Kayu

​JAM KAYU

jarum detiknya berputar 

tanpa bunyi tik tik tik

seperti orang yang bekerja diam-diam 

berjalan mencintaimu tanpa suara

cinta tak perlu disuarakan

cinta adalah laku

dan perjalanan

bisiknya dalam hati.