Wangsalan Susah

Rasa luka, kelapa bukan ludah nira
Kesedihan lebih tua dari engkau.

Anjing merah, batu laut belum cukup
Tak berubah tak berkurang tak bertambah.

Burung agung gunung api punya mulut
Tadah langit hati kita sawah langut.

Terminal bus alas tidur empuk nian
Yang menghubung jalur-jalur kerinduan.

Panti padi air turun hari-hari
Hati sawah paling rendah musim hujan.

Bikin kopi lupa apa gerak air
Kesedihan mengalir lirih darimu.

Ikan garing jauh perdu dasar laut
Tanpa jerih baik apa bisa tumbuh?

Doa sebelum Mimpi

Ia sangat senang jika menyaksikan orang

yang sedang tertidur pulas. Ia merasa

mimpi buruk adalah lebih baik.

Tetapi ia lebih sering menyaksikan orang-orang

yang sedang tidak tidur, tampak sangat sibuk

dikuasai oleh sebuah mimpi indah.

Ia semakin yakin, bagaimanapun mimpi buruk

adalah lebih baik sehingga takut maka berdoa:

“Berilah kami pada tidur ini

mimpi buruk yang secukupnya.

Dan ampunilah keindahan mimpi kami

Seperti kami pun mengampuni

keindahan mimpi mereka.”

Pas Foto

Mengapa om itu suka pasang
Pas foto tersenyum di pinggir
Jalan mama pergi ke pasar?

Mungkin karena dinding ruang
Keluarga itu sedang-sedang
Kesesakan butuh lapangan.

Mengapa dinding hai dinding
Ruang keluarga kedinginan?

Mungkin karena keluarga telah
Sesak oleh gambar-gambar
Kursi kebesaran kesukaan orang
Masing-masing, Nak!

p_20180216_081942_1_1_1-152101278.jpg

SAJAK CAT AIR 1

PELAJARAN PERTAMA
MENURUT HERMAN PEKEL

Pelajaran pertama melukis
adalah diam. Jangan bergerak
sebelum tahu untuk apa kau bergerak.

Memikirkan segalanya
di hadapan realitas
(yang menemuimu)
adalah seperti membuka jendela diri
bagi angin segar spontanitas.

Sebelum memulai, berhentilah.

Simaklah subjek dengan seksama.
Ajukan pertanyaan pada diri sendiri
dan pelajari jawabanmu sendiri.

Kau telah paham sebagian besar jawaban.
Kau hanya kurang tahan diam memilah
mana pertanyaan yang kau perlu ajukan
kepada diri sendiri bagi diri sendiri:

Lukisan tentang apakah ini?

Di manakah sisi-sisi nampak samar?

Di manakah tepi-tepi tampak tegas ?

Di manakah cahaya teriangnya menari?

Di manakah gelap tergelapnya bekerja
menciptakan panggung?

Lalu nikmatilah satu langkah
demi satu langkah berikutnya.

Kesabaran adalah kuda bersayap
Yang akan mengantarmu lebih cepat.
Kau tidak perlu takut tersesat.

Temui kembali
Kepercayaan diri.