Status

Kerikil Kecil

Aku mencoba memperbesar celah tembok ini
untuk kita mengintip bagaimana waktu bekerja.

Geraknya yang lambat seperti siput
bikin kau terkejut sewaktu ia menyergap.
Kehilangan terasa begitu tiba-tiba ketika
Waktu menyelesaikan urusannya.

Ia mencurahkan huruf-hurufnya
pada sampiran hidup sehari-hari
yang tidak sempat kita maknai
ketika daya hidup terserap kesedihan.

Mereka berkumpul di balik tembok ini.
Menunggu kita duduk tekun di halaman
menata mereka jadi jembatan, gunung, atau
kerikil kecil yang tampil menentang kekosongan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s