Status

Kepompong

Mata pagi menyinari perut ulat gendut
Yang menggeliat di daun murbei segar.
Kehangatan apa berlalu
 dan menciptakan
Bagimu
 lagu pilu bernada nada kesepian?

O, ulat gendut, kita senasib
Kita merdeka dalam kepompong.
Kita huruf-huruf dalam puisi
Judulnya dirahasiakan.

Kita semestinya menjelma kupu-kupu
Yang berhinggapan di taman ceritanya

Atau mati sebagai seutas benang
Sutra yang rantas dari selendang
Tersampir, terlupakan, ditinggalkan.

Di sebuah rumah gelap suwung
Aku menggeliat mencari lubang
Isyarat seberkas cahaya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s