DI DALAM SEBUAH KERETA

Di dalam kereta sekarat aku biji salak
yang tergolek memperhatikanmu. Kau
adalah suatu tanah air.

Bersamaku, kaleng-kaleng peok kosong
Dan angin jadi bocah cilik main sepak tekong
yang sembunyi sendirian dan tak ada yang mencari.

Di dekat kereta ini sulur timun hidup
bergayut di patok doyong pinggir jurang.
Biji timun, ceritakanlah kepadaku
bagaimana rasanya jadi pohon.

Di lain jalur, waktu jadi kereta yang melaju
mencarikan tempat baru bagi para perindu
untuk merana.

O, biji salak yang tergolek, di manakah
yang terkasih, puisi berlengan panjang?
Akankah kau dijangkau sang juru selamat
dari sahut-menyahutnya burung bulbul?

Dari lantai kereta, kurindu kau tanah air.
Tergelinding bagimu, aku biji salak
akan tumbuh jadi pohon.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s