Status

Sudi Utomo

Di hatinya ada sebuah kata kerja indah yang betah diam-diam bekerja serabutan, sendirian. Bekerja jadi apa saja: ketika hatinya sedang menjadi sekolah dasar di pinggir desa, kata itu jadi tukang kebun penyapu daun-daun tua yang tanggal di dengan sendirinya. Ia meyakini bahwa rela jatuh tanpa mengaduh dan mati di tanah ini merupakan cara terbaik untuk jadi pupuk bagi tunas-tunas baru.

Sungguh kerasan kata itu berdiam di sana. Ia bekerja setiap waktu tanpa sedikitpun punya niat untuk tahu bagaimana rasanya sesekali keluar dari mulut yang entah kenapa sangat jarang dibuka itu. Sewaktu ada yang bertanya kepada si pemilik hati: “Kata apa paling indah di dunia?” Kata itu cuma tersenyum

sambil meneruskan pekerjaannya di pedalaman hati yang sunyi. Menjadi tukang kebun, menjadi penghapus, menjadi penebus, menjadi apa saja yang diyakininya bisa menerjemahkan sebuah arti yang diemban oleh kata itu.
Dan pemiliknya akan menjawab setiap penanya dengan sebuah pertanyaan: “Kata apa menurutmu?”

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s