Sungai Kecil Samping Rumah Kakek

Sewaktu kecil aku suka menambak sungai
Yang memelihara ikan, udang, juga ular.
Kutangkap kebesaran hidup dengan timba kecil,
bapak mengejar yang dikiranya kuda pincang.

Aku juga suka memasang sebuah perangkap.
Bubu papa, satu-satunya peninggalan ibu. Kukenang
gerojokan kecil yang suka bikin rancu embun mataku
menunggu ibu pulang dari pergi cetak foto kenangan.

Matilah sungai kecil di samping rumah kakek
Sejak orang lebih suka memelihara benda-benda mati.
Dan sungai kecil itu pindah hidupnya di kepalaku
menjadi sungai liar yang berbahaya.

Kadang aku menambak, kadang aku memasang bubu
Terkadang tumitku terperangkap beling-beling waktu
yang pernah mencintaimu, yang pernah melukaiku.

Sekali waktu tertangkaplah lauk kecil
bagi jiwaku yang miskin dan kelaparan.
Puisi kecil, sungai kecil, yang terkucil
Yang diam-diam mencintai kita.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s