Naik Motor Di Jalan Tengah Sawah

Apa sebab penglihatanku bisa jadi begini bingung
Dari sini kulihat kau, dan kukejar kau yang di sana. Jauh
Seperti kulihat gunung dan kukejar gunung yang angkuh
Kau bisa tampak berlari sekaligus tampak makin agung sendiri.

Sepanjang jalan panjang lengang kupacu sepeda motorku
Fatamorgana menciptakan kilau air tampak sejuk tergenang
di atas aspal terpanggang. Sementara peluh bikin perih mata,
mataku,  yang semakin suka memandangmu.

Padahal bukankah gunung itu geming, Seperti kau berdiam.
Tampak anggun, sedikit angkuh, tak mendekat, tak menjauh
tak pedulikan berapa sudah rindu mencipta riuh dendam.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s