Kepada Malam

Mentari berseri di langit bersih
Kulihat syal coklatmu melambai
Sebuah lampu beranda jam sembilan pagi
lupa dimatikan engkau. Engkau pergi.

Engkau malam pembawa kegelapan
Yang memperjelas: redup hidupku
seredup lampu taman jam 12 siang
Yang terlambat dimatikan engkau.

Langit bersih, sempurna gelapnya
Syal coklatmu melambai di benak.
Sebuah lampu tengah jalan kita
makin tampak nyala sinarnya.

Engkau malam pembawa kegelapan
Memperjelas: nyalang rinduku
Sebenderang lampu beranda jam 12 malam
Yang hidup sendirian.

Betapa bodoh aku terpikat jerat
Aku pesakitan, menolak bebas dari penjara.
Tapi inilah kebodohan yang menghidupkan aku
Dan inilah penjara yang menyelamatkan aku
Sejak jalan ini kupilih jadi jalanku hidup.

Engkau malam pembawa kegelapan
Aku lampu yang berjanji setia menyala siang malam
menghormati engkau dan mencintai engkau, Malam.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s