MENTAOK

Tanah yang dibelah sungai opak telah menyaksikan kapak-kapak meliuk melibas alas mentaok, menyaksikan kain putih berkibar melibas perdamaian, menyaksikan janji-janji terlontar mengotori kesederhanaan kita. Sementara itu korban-korban geming bisu dalam rahim dingin bumi yang intinya panas bergolak. O, di mana sukma-sukma itu beristirahat? Berpaut-paut seperti ganggang dan lumut turut aliran air menuju samudra. Di belahan bumi lain tanah yang tidak dibelah sungai opak menyaksikan hal yang sama. Kapak-kapak. Aku di sini, Bapak, di pinggir sungai yang mengalir dari puak ke puak.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s