KISAH 4 EKOR KUCING

(Bali Post Minggu, 9 Agustus 2015)
Sulis Gingsul AS
Sebuah Kisah Sederhana
Kucing kecil, entah dari mana, datang ke tempat tinggal kami. Kucing kecil berbulu hitam-putih itu tidak kami beri nama.
Kami tidak tahu bagaimana memberi nama yang baik untuk seekor kucing. Kami juga tidak tahu bagaimana cara mendidik kucing supaya menjadi kucing dewasa layaknya kucing-kucing yg dididik oleh seekor ibu kucing. Kami hanya memberinya makan, itu pun makanan manusia, dan menurut aturan makan manusia: tiga kali sehari. Hari-demi hari kucing itu semakin dewasa, dan semakin berkurang kelucuannya.
Selama beberapa minggu, kucing itu pergi. Pulang-pulang perutnya buncit. Rupanya dia hamil. Kucing tidak perlu bermoral. Karena hal ini, kami merasa gembira.
Pada suatu pagi yang cerah dan hangat, saya melihat tiga ekor bayi kucing sedang berjemur di halaman kami yg penuh dengan kerikil. Tiga kucing bayi yang lucu. Berhari-hari saya perhatikan, ternyata pada setiap pagi, ketika langit cerah dan mulai hangat, bayi-bayi kucing itu digendong (dengan cara digigit lehernya) oleh ibunya, satu per satu. Dari loteng dibawa turun ke halaman.
Dengan tekun ibu kucing menjilati bayi-bayi kucing itu, satu per satu. Setelah itu mereka berjemur bersama. Ibu kucing berbaring; ketiga anaknya berebut putting susu. Setelah matahari sudaha gak panas, ibu kucing itu membawa anak-anaknya kembali ke loteng. Satu per satu, tentunya. Semakin besar, anak-anak kucing itu semakin sering dibawa turun, bermain di halaman, hingga lama-lama mereka bisa turun dan naik sendiri.
Sekarang tiga anak kucing itu sudah dewasa. Mereka semua telah pergi. Ibu kucing juga telah pergi. Dan saya tidak bertanya kepada kucing siapakah yang mendidik seekor anak kucing yang tidak dirawat oleh ibu kucing supaya menjadi seekor ibu kucing
yang mengetahui apa-apa yang perlu dilakukan oleh seekor ibu kucing kepada bayi-bayinya.  Saya tahu kucing akan menjawab dengan satu kata saja:  “Meong!”

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s