Jalan

Dulu hutan
dulu perdu-perdu.

Jalan dari rumahku menuju rumahmu
dibikin orang-orang yang tak kenal kita
ketika kakiku dan kakimu belum tercipta.

Jalan dari rumahku menuju rumahmu
dibikin orang lain untuk orang lain
yang tidak saling kenal. Apa tersisa kini
selain kenangan? duri-duri? rindu-rindu?

Berkilauan embun hangat mata kekasih
Begitulah ketika musim semi bunga puisi
Di jalan itu
Berceceran darah amis lambung musuh
Tapak kuda dan sepatu serdadu rindu.

Pernahkah engkau merasa gusar
menyandang rindu yang kesasar
Di mana semua perasaan itu bermula
lalu lindap ke mana?

Kian hari jalan kita kian mulus
menjauhkan mata kaki dari firdus.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s