PENCURI

Kupandangi kesedihanku seperti mengamati kamar dari luar. Ada berkarung-karung rasa di sana. Seorang pencuri yang kukenal sejak kecil menyelinap, hendak mencuri, satu karung sepi terbaru yang kautinggalkan untukku.

Pencuri itu melihatku lalu buru-buru meloncat hilang membawa sebuah karung. Kuperiksa kamarku. Wah, keliru! Sekarung kesedihanku telah dibawanya. Aku tahu ia pasti akan kembali mengembalikan apa yang telah keliru diambilnya saat aku tidak berjaga saat aku sedang seru-serunya bermimpi bahagia.

Sementara aku terjaga, kubuka karung kumal itu. Di pojok sepi kunikmati sekarung sepiku. Sendiri.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s