Leburan

Waktu merambat

Satu detik, satu detik, begitu pelan.

Menjauhkan detak-detak masa lalu

Dan segala yang belum tuntas terlepas.

Sebanyak senyuman

Sebanyak itukah kehilangan

Yang mesti kita relakan?

Tak ada puisi yang mampu

Menggantikan kehadiran.

Puisi hanyalah pedang

     kekasih yang mengiris hati

Perih apakah yang suka kaukenang?

Jika ada kata-kata yang tidak ingin kaudengar

pernah keluar dari mulutku

Maafkan, perlukah dilupakan?

Kutulis puisi ini

sebagai silih, meskipun

Tak ada puisi yang mampu

Menggantikan sebuah senyuman

Menggantikan satu tetes air mata

Mengembalikan yang hilang

Menggantikan kehadiranmu.

Waktu merambat

Satu detik, satu detik, begitu pelan.

Tanpa terasa, seperti memutihnya uban

Rindu tumbuh rimbun di hati setiap insan.

Segalanya berobah 

Apa saja yang dimurnikan cuaca?

Aku rindu melihat

matamu yang menyipit

   dan barisan gigimu

ketika tertawa bersama-sama.

Kini senyummu seperti apa?

Selamat Idul Fitri 1436

Salam

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s