SAPUTANGAN 3

Sungai itu tidak bersedih, tak apa tak mengalir. Aku tidak sedang mengumpulkan yang terbuang, katanya. Sumpah-sumpah kota dan campah-campah doa menggunung setiap hari. Mereka menjadi ikan-ikan palsu yang kian hari kian mematikan. Diam-diam, sambil begitu diam, ikan-ikan palsu itu menelan ikan-ikan asli.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s