JEJAK

Ia melangkah tanpa ragu tanpa menoleh hidung perahu
Percaya, di belakang itu segala sesuatu sedang berobah.
Ia tanggalkan cita-cita seraya merasakan langkah baru
Dan jejaknya di pasir itu segera lenyap disapu ombak. 

Segala yang pernah tampak di permukaan akan lenyap
Dari lambung perahu dari dari masa lalu dari pantai biru.
Dari telapak tangan dari kulit keningmu dari bibir senyap
Jejak-jejak itu hijrah secara rahasia menuju panti rindu.

Ketika kelak ombak beriak di tengah kesepian
Di tengah malam, ketika kau kenang keindahan
Mungkin kau akan merindukan jejak-jejak hujan.

Ia menjatuhkan diri tanpa ragu tanpa menoleh kepadamu
Menciptakan dingin dan sepi yang mendera atap kamarmu.
Kau buka jendela itu, tapi hanya sepi meniupi rambutmu.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s