Cahaya Buat Ibu

CAHAYA BUAT IBU
Sulis Gingsul AS

Bocah kurus kecil
menimba air sumur berlumut tua.
Bening berkilau
pecah-pecahan hatinya.

Jemari mungil meremas-remas
dua genggam bugenfil merah dalam air.
Disaring dan dituang dalam kantong bening

Seplastik air merah belia diangkatnya tinggi-tinggi.
Terperangkap di sana  cahaya  matahari  pagi

“Cahaya matahari ibu lebih indah dari ini?”
Ia memandang mendung, mengapa langit
Yang jauh itu  menjatuhkan langut?

Kepada sepasang mata
Yang aduh gusti jauhnya
Ingin ditunjukkannya seplastik cahaya
“Ini cahaya untuk kau kembali”
Segerombolan kelam mengunjunginya.

Ketika ia menunduk
Berkilau-kilau air yang hampir tergelincir
Masih bertahan         masih menggantung
Turut berkabung di sudut-sudut mendung.

—————————————–
Diterbitkan di Bali Post edisi Minggu 24 Mei 2015

 

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s