Setangkai Sajak

SETANGKAI SAJAK

 

Tonggak hidup ditancapkan di bantaran sungai
Dihembusi satu nafas panjang bak nafiri sunyi
Bertumbuh di bawah badai datang hilang
Di bawah matahari, garis-garis ilalang.

Mekarkan bungamu,   biar bulan mekar di atasmu
Mengapa bertanya siapa kelak pemetik bungamu?
Biar, biar bulan menggambar lekuk bayang kelopakmu
Ketika laju air itu tersentak berderai menabrak sungai batu.

Dari tepi sungai, sepi bertiup
sampai pedalaman hati, pedalaman pedalaman hati.
Wangi hidup bunga berduri disampaikan oleh angin.

Sampai kepadaku kabar baik:
harum nafas hidupmu
Diam-diam aku menatap senja merajut rindu.

Matahari bergulir santai merobah perangi cuaca
Di tepi pedalaman hatimu, sebelum senja berakhir
ingin kutanam sajak setangkai,

Semoga mekar wangi
Semoga abadi.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s