RINDU

Tidak perlu malu menulis rindu.

London, eh….konon, seluruh catatan sejarah yang pernah
dikumpulkan berabad-abad pernah dimusnahkan dalam
sekejap oleh air bah. Nuh dan istrinya–yang tidak
ternama dalam alkitab itu, sepasang harimau dan, bahkan,
sepasang kutu harus diselamatkan. Tetapi jika pun tidak
ada yang terselamatkan, rindu akan tetap mengalir. Rindu
akan awet. Sebab rindu bukan ciptaan manusia.

Bagaimana jika pada suatu ketika air bah melanda , dan
hanya satu orang yang selamat, yaitu engkau?
Kebudayaan kah yang pertama kali akan engkau tangisi?
Jika hanya ada satu orang yang selamat, yaitu aku, Maka
seketika itu aku jadi seorang aku tanpa engkau. Engkau
tahu, seorang aku tanpa engkau itu lebih sepi dari
selembar daun kering yang sudah tertimbun tanah.

Tidak perlu malu menulis rindu. Tidak perlu malu menulis
puisi rindu. Sebab rindu lebih tua daripada peradaban, dan
rindu lebih besar daripada kebudayaan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s