SAPU TANGAN YANG DIBIKIN DARI KAIN SISA SAPUTANGAN

Kain sisa sapu tangan itu teronggok bersama-sama
Sebuah kancing baju yang baru saja lepas dari jahitan.
Kehilangan seperti apa yang lebih mudah kautanggung
Sendirian, tanpa dirundung kesusahan?

Bunga rumput di luar jendela itu merunduk, mencium
Pot yang didatangkan dari Ubud. Batu-batu sungai itu
dipahat dan diusung oleh para pandai bekerja
ke halaman si malas yang sedang berkuasa.

Sungai-sungai yang mengalir tidak sempat bersedih.
Mereka menghanyutkan yang terbuang. Pun kata-kata
Yang telah kausingkirkan dari sajak-sajakmu.
Kelak akan menjadi selembar saputangan
yang terbuat dari kain-kain sisa saputangan.

Peluh kerja keras dan air mata
yang tanggal seraya senyap akan meresap
     Dengan basah
     Dengan hangat
     Di dekatmu
     Tanpa kautahu
Sapu tangan itu akan memuisikan kesedihanku.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s