Disebabkan Oleh Angin (Diterbitkan di Bali Pos Edisi Minggu 15 Maret 2015)



Dari ruang-ruang beku, ia menerobos setiap celah, menyusuri lautan, lembah, dan gunung-gunung. Ingat? Ketika memergoki kau dan aku saling tatap, angin itu segera singgah di dada kita yang sedang menghangat. Ingat, Maret? Ketika angin itu kemudian mengobarkan api, kita terbakar dan menjadi hangus. Tanah-tanah menjadi tandus; bunga-bunga tiada mekar; dan tunas-tunas enggan tumbuh. Kini, di sini malam dingin sekali. Bulan bulat penuh belum muncul. Untukmu, untuk engkau yang pernah terbakar demi kemerdekaanku, kupersembahkan sajak yang semoga sejuk, tentang daun-daun basah yang digerak-gerakkan oleh angin. Tenanglah jika engkau belum sampai. Damai sejahtera menanti engkau kembali.


Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s