Sepasang Menjangan

Marilah, dan perhatikanlah
Cinta itu pelita bercahaya.
Kita bikin sepasang menjangan berkasih-kasih
Bayangan telapak tangan di sebidang dinding putih.
Pelita redup saja sudah cukup
di ruang gelap
Marilah, dan perhatikanlah.
Makin terang cahaya pelita
Makin hitam dan jelas
bayang-bayang menjangan kita.
Cintamu pelitaku.
Jika pelitamu kau bawa melenyap
dengan apakah nanti kan kuhibur
sebidang dinding senyap?
Dan jika pelitamu rampung
ke mana kiranya menjanganku
samar-samar limbung terhuyung
mengendus-endus tapak
berlarian ke sana ke mari, mencari
Di mana gerangan telapak tanganmu.
Maka
Sambil memperhatikan angin kutulis sajak
Sebelum api pelita menghisap habis
minyak.
SG

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s