18 Kata Dari Kita I

18 Kata Dari Kita I


“Sungguh indah sederhana lukamu hari ini!” 
Kakekku berkelakar mengelus perihku di atas tikar
Setelah  kepiting sungaimu  nyapit  ibu jari kecilku.
Kerikil gunung kokohmu tersesat di kota rapuhku.
Sering tergesa aku berlalu, tak tahu mengucap rindu
kepada  semua yang sabar  mencintaiku secara bisu.
“Sudahkah imajinasi menyelamatkanmu dari waktu?” 
Jerit androidku yang bercahaya dari waktu ke waktu. 
Kulihat gambar kepiting sungai nampak kian gurih 
                      merayu kekasihku yang kian canggih.
O langit bisu yang tak pernah putih,   berilah kami 
lirih rintikmu . Agar telingaku jauh dari derit rindu
Supaya mataku bersih dari terpaan debu.
JKP, 2015
Catatan:
18 kata yang dicetak tebal berasal dari: 
Atra Senudin: telinga, bisu, imajinasi
Maulana Rizki: gambar, kokoh, tikar
Arya Dhimas: lirih, terpa, gurih
Dadi Reza: putih, kota, tersesat
Kim Al Gozali: kerikil, debu, cahaya

Sulis Gingsul: kepiting, sederhana, android

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s