Menjelang Fajar

MENJELANG FAJAR
Pelukis itu menguaskan pekat hitam
Dengan sangat perlahan,  tak terasa aku
tersapu. Kanvas senjamu kehilangan
warna, beserta bayang-bayangku.
Pagi  cuma berganti baju,  tak berubah
kesetiaannya. Disinarinya kekuranganku
seraya diam.  Aku belajar  menangkap
semburat pucuk-pucuk sajakmu.
Kelelawar  pulang  menggondol rahasia
kelam sembunyi di pupus daun pisang.
Dari timur jauh cahaya baru merambat
Semenanjungmu nampak kian memikat.

Mengatup kena angin dedaun putri malu
Duhai Duri, hari ini kau bawa hari haru.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s