Karcis

KARCIS
Bocah pipi tomat ranum mendekap karcis
Yang urung digunakan di sekaten terakhir.
Karcis-karcis terjerembap di alun-alun
Tertelungkup di atas rumput berembun.
Berapa lama naik delman istimewa
Harapan dan duka akan pecah juga.
Seperti mendung jatuh berderai
Menyirami segala yang belum usai.
     ‘Akan kita apakan karcis ini, Ibu?’
     ‘Apa kita jadikan judul puisi, Nak?
   
Bocah itu mengusap pipinya
Dengan karcis sobek yang dibaptis hujan.
Esok kita bikin sendiri karcis-karcis baru

Kasih kecil, yang tahan segala alufiru.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s