Jendela Senja

JENDELA SENJA
Senja turun berpayung lembayung
berjalan pelan, menengok jendelaku.
Nampak gamblang, menuju gamang
Sampai remang, tak sampai hilang.
Aku suka melihat dari balik tirai
Kepulangan yang terkesan santai.
Si bapa tua menuntun sepeda onta
Tampak gontai, tapi sungguh sampai.
Di pintu senja selalu ada yang tak sabar
Menanti malam menggelar mimpi baru.
Seperti bocah di luar arena komidi putar
Berdiri gelisah menggenggam karcis.
Aku suka cara senja sederhanamu turun
merambat pelan, mencahayai jendelaku.
Bapa tua penuntun sepeda melepas topi
sebelum gorden menutupinya.
“Berilah kami, pada hari ini
kalimat baik yang secukupnya”

Sebelum kaututup jendelaku.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s