Ibu Nuri Betulan

Kapan terakhir kali kau lihat pelangi melengkung
di telpon pintar? Nuri berkicau di layar bujur sangkar.
Kopi saset, pop mi, dan sajak cepat saji ini
tiga-tiganya tak lagi butuh air mendidih.

Kau tinggal tunjuk-tunjuk, kasih jempol
Yang pergi-datang lalu-lalang di langit baru.
Gambar gula-gula, puisi lembut, prosa harum,
dan segala sesuatu yang tersedia
tetapi, tak terkecap tak teraba serta tak tercium.

Mentari bikin pelangi betulan di gerimis betulan.
Ibu nuri diam-diam menghangati anak-anaknya
dengan bulu-bulu yang beraroma asli ibu nuri

Kapankah terakhir kali kau lihat pelangi?
Tengoklah, nuri berkicau di pucuk gerbang.

SG

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s