SEBELUM HUJAN

SEBELUM HUJAN
Kuumpamakan diriku
sebutir debu genting kota
Dan dirimu seekor lembu desa.
Kuumpamakan takdir gembala yang baik:
Seekor lembu desa duduk apik di butik
dalam rupa sepatu biru yang cantik.
O, Sebutir debu. O, punggung sepatu
jika waktu seumpama penjaga toko
yang teramat rajin bekerja
sia-siakah rinduku?
Seumpama hujan turun
Dirimu tetap sepatu biru yang cantik
Diriku berubah asing, tidaklah penting.
Di sajak ini kita tetap sama: cuma umpama.  
Semilir angin masih kunanti
sambil terus mengumpamakan diri

kita ada, terselip di sajak ini.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s