KELELAWAR

KELELAWAR
Menjelang malam kembang kamboja itu tanggal
Ada yang diam-diam melewati kisi-kisi jepet rambut.
Sebelum menyentuh kelopak sajak yang berjatuhan.
Angin bekerja di halaman, bulan utuh pelan-pelan.
Sebatang nyiur pantai sibuk sendiri bikin lambaian
seperti memanggil sebongkah karang di jauh terpencil.
Seorang yang kaukucilkan, yang mungkin sedang tidur,
naik tamsilan ia, berhasil mengunjungi malammu.
Menjelang subuh sebuah mangga terpilih jatuh
secara rahasia, tiba-tiba saja kita dibikin trenyuh
oleh buah yang kini jatuhnya begitu jauh,
betapa makin jauh, dari pohonnya.
Di bibir bening gelas jus kita bertemu malam.
‘Mangga termanis tak ada di supermarket’ katamu.
‘Ya, di tempat pesta, tak terdengar kepak sayupnya’
Mari, kubetulkan jepet bulanmu

Buat menyibak mendung malamku.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s