TUJUH KEPING BULAN

TUJUH KEPING BULAN
1
Kemarau bikin malam lebih dingin
Meski ini bulan mati, hidup kutulis
Bahwa gerimis jadi hangat karena kau
Supaya duka kau yang gelap berpurnama.
2
Ketika purnama, nelayan enggan melaut
Dibayangkan, istri jadi kapal, kasur lautnya.
Sambil terpejam, main nelayan-nelayanan
Menjaring mimpi banyak-banyak.
3
Konon ikan-ikan cemburu pada bulan
Sebab bulan lebih sering disapa penyair.
Bulan kian bulat, ikan-ikan kian cemberut
Menyelinap di terumbu gelap dasar laut.
4
Separo bulan di atas kepalaku
separo bulan pula di atas kepalamu.
Terangnya tampak andai tiada mendung
aling-aling mencintai matamu yang bening.
5
Bulan tak pernah iri tak mengapa
Matahari memang berbakat melukis.
Bianglala pada kelabu gerimis 
Cerah di sana, di sini tangis.
6
Sinar bulan terobos renggang awan
sela daun-daun dan kisi-kisi jendela.
Lawatilah gelapku seraya senyum
Sekejap saja, sekerjap saja.
7
Terhalang kelambu wajahnya
ditimpa cahaya bulan sendu.
Kenang kilau kau terpantul

dari genangan rindu.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s