Sasadara

Sinarnya menerobos kerenggangan awan-awan, sela-sela dedaunan,
kisi-kisi jendela, menyusup ke dalam kamar menerpa wajah sendu,
remang-remang terhalang kelambu warna nestapa.

O, engkau yang seolah bergerak mendekat lalu menjauh, yang tabah
berdiam tak terpengaruh riuh, Bulan September, mari bahagia.
Mari bersukacita meskipun mendung menghalangi mata.

Mendung paling gelap dan hujan gelap tak mampu memadamkan api
rindu. Kenangan menggenangi jalan-jalan itu, berkilauan
memantulkan cahaya lampau.

SG

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s