Hujan yang Bersahaja

Hujan bersahaja itu
Tak ingin menabuh sepi atap kamarmu
Tak ingin menanggalkan daun hidupmu
Tak ingin memperperih luka hatimu.

Jika hujan bersahaja itu kembali
Turun perlahan mempercantik pipimu
Di saat seseorang mencuri pelangi
Di seberang jembatan mimpimu

Biarkan
Jangan diseka.

Di sebait hujan bersahaja
Perhatikan perjalanan
Yang selalu berulang

Menetes rindu menggenang
Meresap sebentar, kemudian menghilang.

 

Tum Kadinetrane

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s