Sehabis Hujan Pagi Itu

Aku sangat suka melihat bersama jendela
Sehabis hujan, di belakangmu aku berdiri
Ada saja yang lewat di lurung kecil
menenteng payung hitam

Ketika ada yang melihat kita
jendela jadi bingkai, kita lukisannya

Diam-diam, Waktu mencuri
paru-parumu
sedikit
demi sedikit
hingga habis seluruhnya. Demikian

Yang kuingat

Kau berkata sambil menatap jendela dingin

“Aku Dingin, kepingin pulang
Rawatlah jendela anak-anakmu”

Jendela dingin menatapku.

Pagi-pagi sekali
ketika aku sedang tidur
Engkau keluar, menjadi hujan
Tak suka lagi di dalam kamar.

Sehabis hujan, jendela-jendela
dari luar seperti ini.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s