Sajak Kehilangan Tak Berjudul Sedih

Jarum jam merobek malam
Di tengah laut, hitam langit pecah
Seserpih cahaya tercebur di sana
Kecamuk ombak jauh dari liuk nyiur

Anjing pesisir melolong tak hirau malam
Pagi, siang, senja, dan segala yang berlalu
Bintang-bintang tak memberi tahu
di mana kapan apa itu jatuh hilang dari manamu

Aku yang duduk cemas di biduk
Masih sibuk mencari-cari dayung
Lampau lapuk yang setengahnya patah

Gelap apa ini, di dalamnya aku berdesir
Buih-buih itu seperti yang tak berpikir
Bolak-balik lenyap di pasir pesisir

Merah-merah menyusup dari timur
Kecamuk ombak masih jauh dari liuk nyiur
Aku ingat, tadi di sana, seserpih cahaya tercebur

Aku berdiri

Menjelang cahaya sehari-hari diterbitkan
Di bumi, sejak sebelum kata disabdakan
Supaya tinggal, menetap di antara kita
Bertanya, hendak pergi kemana.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s