Waktu

bajuku, yang berlengan, tak bisa memeluk engkau
apalagi bajuku yang tak berlengan ini.

Baju engkau pun, yang berlengan, tak mampu memeluk engkau
apalagi aku, meskipun aku ini berlengan.

Sebab lengan-lengan yang kita kira punya kita
tak seajaib yang tak berlengan
yang merenggut segala yang menyayangi lengan kita,
dengan lembut, secara rahasia.

Tapi aku bisa memeluk bajumu yang tak berlengan ini
sewaktu-waktu aku bosan menyayangi diri sendiri.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s