Di Bandara Ngurah Rai

Di ruang tunggu, kursi-kursi besi kedinginan.
Orang-orang resah oleh keinginan masing-masing.
Pesawat mereka siap terlambat.

Aku gelisah dengan tenang
menunggu mentari pagi datang.
Kapankah cahayanya hangat menyentuh
embun yang dipasang dini
di salah satu bunga yang kautanam
di timur jendela kemah sajak kita.

Pesawat terlambat itu soal biasa.
Menunggu engkau dengan perasaan seperti ini
bikin aku takjub sendiri.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s