Hujan di Pangkalan

Sampai aku pernah di pangkalan sebelum hujan
turun di kotamu kupesan segelas jeruk limau
di angkringan. dan seulas senyum manismu
pada Tuhan
Pun pernah sampai engkau sebelum hujan
memungut di pangkalan yang harus terjatuh
secara rinci

di kotamu itulah kulihat engkau berjalan
nyangking kedamaianku yang nampak meski.

Kita bercakap-cakap
perihal perih yang cakap
dari sebelum hujan
hingga turun hujan
hingga hujan itu masuk
hingga hujan itu merasuk
hingga hujan itu tertidur
di sela-sela kehangatan.

Setelah hujan itu pergi
engkau pergi aku pergi
mencari hujan yang pergi
jauh-jauh sampai jatuh-jatuh
dingin kelabu mendung kotamu
engkau belum kembali sehingga kini

aku hendak kembali di pangkalan
sebelum hujan, sebelum aku menjadi hujan.

12 April 2014

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s