“Baaa!”

Kenyataan tidak lari mengejar kau.
Tetapi kau, dengan segenap harap,
berlari pergi bernaung kepada mimpi.

Ketika mimpi kau selesai,
ketika mata dan telinga kau terbuka
ternyata kenyataan telah di samping kau
menunggu peluk kau.

Segera, dibukalah wajahnya
yang ditangkupnya dengan jari-jarinya yang hitam,
lalu disodorkannya kepada kau
sambil tertawa nakal, “Baaa!”

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s