Seekor Ikan dan Sebuah Gerimis

Seekor ikan dan sebuah gerimis
bermain-main di parit yang banyak ikannya
pada sepotong pagi yang hijau muda.

“Aku ingin mengetahui dimana tepimu”
kata ikan kepada gerimis
yang makin nakal menggelitiki punggungnya.
Berenanglah ikan itu bersama anak-anak air
yang berebut depan mencapai akhir.

Kenapa engkau berpulang, gerimisku
padahal aku belum sampai di tepimu
Aku tiba-tiba terkapar di kedangkalan
yang ditumbuhi rumput tinggi-tinggi
Matahari membakar punggungku

Senja pun datang membawakan selimut hitam
Kepada semua ikan di parit, kepada seekor ikan
yang terbaring di sawah
dan kepada penulis sajak ini, kali ini
tanpa mencangking gerimis

Esok hari
matahari tidak lagi terbit
di sepasang mata ikan kecil itu
yang belum sempat memandang
wajah tepimu.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s