PENGGARIS SIKU

PENGGARIS SIKU

Pernahkah Anda menggunakan penggaris siku atau, paling tidak, melihat penggaris siku? Penggaris siku adalah penggaris berbentuk segitiga dengan salah satu sudutnya 90 derajat. Fungsi utama penggaris siku adalah untuk membuat garis tegak lurus dan atau untuk mengukur apakah sebuah sudut itu tegak lurus (bersudut 90 derajad persis) atau tidak. Fungsi tambahannya akan tergantung pada kreativitas penggunanya. Bisa saja penggaris siku difungsikan sebagai piranti garuk-garuk punggung, atau, untuk digunakan sebagai pengganti centong nasi yang kotor karena belum sempat-sempat dicuci. Misalnya.

Saya pernah berniat membuat sebuah kubus berukuran 20x 20×20 cm dari selembar karton. Untuk membuat kubus yang demikian itu, saya memerlukan 6 buah bujur sangkar yang berukuran 20×20 cm. Menggunakan kater, bolpoin, dan, tentunya, penggaris siku, saya mulai mengerjakannya dengan se-presisi mungkin.

Segera, setelah dua buah bujur sangkar berukuran 20×20 cm selesai saya bikin, kedua buah bujur sangkar itu saya bandingkan dengan cara ditempelkan. Saya mengecek apakah ukurannya persis sama. “Lho, kok beda sedikit!” Saya kaget dalam hati lalu secara spontan mengambil penggaris siku untuk mengecek ke-tegaklurus-an semua sudut pada bujur sangkar itu. Penggaris siku itu saya pas-kan di salah satu sudut yang saya curigai tidak siku. Dan benar, ternyata sudut itu (sebut saja sudut A) memanglah tidak siku. “Ah, gampang!” pikir saya sambil mengambil kater, lalu memotongnya dengan panduan penggaris siku itu salah satu sisinya dengan sangat hati-hati sekali. Beres sudah sudut A. Saya cek sudut B. Lho, kok sudut B juga tidak siku? Saya ambil cutter, lalu memotongnya dengan panduan penggaris siku itu, juga dengan sangat hati-hati sekali.. Beres sudah sudut B. Demikianlah seterusnya berturut-turut sampai dengan sudut D ternyata juga semua tidak siku dan harus dipotong secara demikaian dan, akhirnya…

“Akhirnya siku semua.” Batin saya. Tapi kok, setelah saya amati, rasanya kok ada yang janggal dengan bujur sangkar yang mau tikak mau sudah mengecil itu. Sepertinya sudut-sudutnya tetap tampak tidak siku! Saya cek ulang sudut A dengan penggaris siku itu. Alamaaaak…ternyata sudut A tetap tidak siku. Jangan-jangan…

Nha, ini! Jangan-jangan biang keroknya justru penggaris siku saya yang baru saya beli seminggu yang lalu itu. Saya ambil penggaris siku lama saya—yang sudah jelek tetapi masih siku—untuk mengecek kesikuan penggaris siku saya yang baru. Ahaha….huaaasuuuh. Penggaris siku kok tidak siku.

Saya “misuh-misuh” sambil geli-geli geregetan sendirian. Dan sekonyong-konyong, di kepala saya, melintas frasa “penegak hukum”. Saya pun tertawa geli sendirian lagi. Penggaris siku kok tidak siku. Ahaha. Mulai sekarang saya akan teliti sebelum membeli penggaris siku yang baru. Penggaris siku itu yang penting kesikuannya, bukan penampakannya. 

Penggaris siku yang baik berasal dari penggaris siku yang baik. Demikian juga, penegak hukum yang baik, berasal dari masyarakat yang baik. Jika ada penegak hukum yang menceng, salahkan saja pabriknya; salahkan saja masyarakatnya. Siapakah masyarakatnya itu? Kita, bukan?

Akan tetapi, Yesus menoleh kepada mereka dan berkata, “Hai putri-putri Yerusalem, jangan kamu menangisi Aku. Tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu. (Lukas 23:28)

2 thoughts on “PENGGARIS SIKU

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s