Paskah Pagi

Ia berjalan pelan-pelan sambil menunduk
Dipungutinya cempaka yang gugur
“Yang mekar biarlah mekar
yang gugur kupungut untukmu”

Ia sampai di depan altar
ketika perayaan sudah selesai
Ditaruhnya yang sempat terpungut
dari sepanjang pinggir jalan masa lalu

“Akhirnya aku harus bangkit juga” katanya
Diciuminya semua, lalu ditinggalkannya di situ
Semua, meski masih ada wangi-wanginya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s