Hampir Pelita

Ada yang membeli pelita kecil
sumbunya tubuhku yang tirus.
Dimasukkannya kau yang cair
di tempat aku biasa kekeringan.

Sebentar lagi kita jadi pelita, katamu
Kurasakan aliranmu ketika aku berdoa
Semoga kita hidup tak habis-habisnya.

Datang itu bocah bermata pelita
“Ih lucunya”,  dipandanginya kita
Dengan mata nakal menyala.

Aku cuma bisa berkata “tunggu dulu”
Tapi seperti tak ada yang mendengar.

Dicabutnya aku yang sumbu, biarlah
Tetapi kenapa kau, minyakku sayang
Mesti menggenang di ubin dingin?

Keindahanku adalah genangan, katamu,
yang akan kembali menjadi genangan.

Kita telah hampir benar jadi pelita
Yang belum sempat berasap
Manalah mungkin berjelaga.

 

Denpasar 2014
tum

2 thoughts on “Hampir Pelita

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s