Status

Ia telah menulis puisi yang, menurutnya, menggetarkan hati.

Ia telah menulis puisi yang, menurutnya, menggetarkan hati.

Barangkali, menurutnya aku seharusnya segera membaca
puisi, puisinya yang menurutnya menggetarkan hati itu
supaya hatiku segera tergetar. Tapi aku belum sempat.
Aku sedang sibuk menunggu kedatangan puisimu.

Sayangku, apakah kau pernah membaca puisinya,
puisinya yang, menurutnya, menggetarkan hati itu?
Dan apakah ternyata hatimu telah tergetar?
Jika iya, jangan katakan itu. Nanti aku cemburu.

Sayang, jika kau sudah sempat membacanya
namun hatimu belum tergetar,
barangkali cara bacamu belum benar.
Cobalah tengok, sekali lagi, periksalah:
pernah adakah politik yang mencintaimu?

Tapi, sekali lagi, jika ternyata nanti hatimu tergetar
jangan katakan itu. Nanti aku cemburu.

33 Januari 2014

2 thoughts on “Ia telah menulis puisi yang, menurutnya, menggetarkan hati.

  1. terimakasih, Pak Guru. kalau kita ini pisaunya tajem, nanti ndakne malah ngelukain banyak orang…ahaha…misalipun, dipungunakaken secara ngawur :D

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s