Kapan

Di langit pagi itu, awan begitu sibuk
mondar-mandir, kukira bukan karena khawatir,
kukira, bukan hendak menolak jika nanti takdir
menjadikannya ‘yang dijatuhkan paling akhir’

awan-awan memeragakan arak-arakan rindu
seseorang yangingin mendengar gelak tawamu
yang riuh sejuk gerimismu di kupingnya.

One thought on “Kapan

  1. langit, pagi,,awan, sibuk,
    mondar-mandir, kukira, khawatir,
    menolak, takdir,
    menjadikannya, dijatuhkan ,paling,akhir

    jangan-jangan, awan-awan, ,tahu
    ,cara, memeragakan, arak-arakan, rindu
    ia, ingin, mendengar, rahasia
    tik, bunyi, gerimismu, kupingnya

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s