Permainan Malam Sabtu

angin, berlari, terjaga, kenangan, selesai,
pintu, kunci, pagar, jalan tikus, buntu

———————-

Angin itu udara yang bergerak, yang menggerakkan ingin
dan angan. “Aku ingin engkau mengangankanku” katamu
barangkali kepada siapa itu yang namanya engkau tahan
di dalam batin setiap kali engkau entah marah entah sedih.

Pagar kaugerendel, pintu kaukunci, lampu-lampu mati,
lalu berkatalah engkau: “Sudah tutup. Aku ingin terjaga sendiri”
Tapi di dalam mata yang gelap dan tutup masih ada kedip-kedip.
Sebab masa lalu itu kunang-kunang yang tak tahu jalan buntu.

Sebelum tidur, engkau berdoa, merapikan isi kepala,
huru-hara di dada, dan harapan yang berantakan.
“Sekarang perkenankanlah aku tidur dengan tenang”
Tapi, biasanya, itu mimpi-mimpimu bisa jadi jalan tikusnya.

Setiap pagi, matahari membuka lembaran soal petang.
Engkau tak perlu berlari dari kejaran bayang-bayang.
Semua ada waktunya untuk selesai, kecuali kenangan.

tum

2 thoughts on “Permainan Malam Sabtu

  1. Hasil revisi:

    Angin adalah udara yang bergerak, yang menggerakkan
    keinginan. “Aku ingin engkau menginginkanku” katamu
    kepada entah, barangkali yang namanya engkau batin itu
    lirih-lirih di dalam setiap hembusan sajakmu.

    Aku ingin terjaga sendirian saja, katamu,
    pagar kugerendel, kamar kukunci, lampu-lampu mati. Sudah
    semuanya kututup, mata kututup, tapi engkau masih nampak.
    Sebab masa lalu tak tahu jalan buntu, dan tak takut gelap.

    Sebelum tidur, aku berdoa, merapikan isi kepala
    huru-hara di dada, dan harapan yang berantakan.
    Tapi mimpi-mimpiku selalu bisa jadi jalan tikusmu.

    Pada setiap pagi, matahari membukakan cakrawala.
    Aku tak perlu berlari dari kejaran bayang-bayang.
    Semua itu ada waktunya untuk selesai, Sayang,

    kecuali kenang-kenang.

  2. Kenangan adalah rumah, bau lapuk pintu yang kauhapal baunya.
    Aku tahu, berkali kau coba berlari sejauh angin membawamu pergi.
    Tapi ia selalu mampu bikin kepalamu menoleh ke belakang
    memandangi jalan tikus, tempat kakimu pernah terperosok,
    tempat engkau terima segores tanda untuk kaunikmati.

    Dalam tidurmu, sesekali mimpi membuat kau terjaga.
    Seakan-akan ada yang mengawasimu dari luar pagar
    yang lupa apakah sudah engkau mengunci seseorang
    selalu ia kaubayangkan sedang mencoba mencuri
    sesuatu yang kau sendiri tak pernah memiliki.

    Begitulah, masa lalu bermain-main di kepalamu.
    Membuat kau terperangkap dari satu kecemasan
    menuju kecemasan lain, yang tak kunjung selesai.
    Seakan-akan setiap jalan melulu buntu. Berputar
    menuntun engkau menuju rumah masa lalu.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s