TUKANG BIKIN PERAHU

Sewaktu kecil ia suka bikin perahu layar
dari daun bambu, dipilih yang paling lebar
supaya laju terdorong angin melawan arus
Semuanya tenggelam
di sungai kecil itu

Sewaktu muda ia masih suka bikin perahu
dari kata-kata yang dikutip dari para perindu
hendak menyeberangkan diri dari pulau perih
Semuanya tenggelam
di senyum kecil itu

Baru saja, kulihat ia tetap bikin perahu
dari kata-kata yang dikutip dari duka cinta
hendak menyeberangkan diri dari pulau lara
Celakanya
ia harus kembali sebelum setengah sampai
ada sebuah kata rapuh yang bikin rumpang
perahu sajaknya, perlu perbaikan
Untungnya
ia selamat kembali ke tepian semula
berkat pelampung
pemberianmu.

“Masa depan selalu curang”
Teriak seseorang dari seberang

Tukang bikin perahu itu mendengar
Tetapi ia lebih terharu kepada usaha
usaha pembikinan perahu yang tahan
menyeberang sampai kepadamu.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s