Perihal Menggelikan

Tidak seharusnya saya heran.
Tetapi, saya masih tetap saja heran
kenapa orang-orang itu–termasuk kau–
menyukai perihal yang bagi saya menggelikan.
Perihal keheranan itu, saya belum bertemu
dengan perumpamaan yang tepat.
“Seperti kucing menonton televisi”
masih sangat jauh dari pas.

Saya yakin, tidak seharusnya saya heran.
Sebab saya tahu diri saya juga
menyukai perihal yang bagi kau menggelikan.
Seperti yang saya lakukan ini, misalnya.
Untuk apa saya mencari-cari perumpamaan
yang berhubungan dengan kau, padahal saya sendiri
masih miskin, belum kaya perumpamaan
yang paling saya sukai
untuk mengumpamakan diri saya sendiri
saya yang juga agak lumayan menggelikan ini.

Ah, bumi ini berputar
barangkali memang justru demi
hal-hal menggelikan ini. Saya suka
menyebut perihal menggelikan ini adalah kita.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s