Pada Akhirnya

Pada mulanya adalah firman. Lalu firman itu menjadi benda-benda. Tapi benda-benda segera berubah menjadi kata-kata. Engkau, yang dahulu berupa benda yang selalu bersama-sama saya, kini telah tiada. Engkau telah berubah. Engkau telah menjadi kata-kata, jutaan jumlahnya. Ribuan kata itu berusaha mengekalkan ada-mu di dalam para benak.

Ya, dahulu engkau bersama saya adalah kenyataan. Kini engkau telah berhasil melampaui kenyataan. Engkau telah mampu terbang ke sana ke mari dan kadang kadang mampir hinggap sebentar di pikiranku. Lalu aku kududukkan di paragraf ini, kupersilahkan tersenyum seperti biasanya.

Di sini, pada akhirnya adalah kata.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s