Agama

Agama bisa dijadikan semacam pelita sekaligus tongkat penuntun bagi para pejalan. Agama menjadi demikian ketika dihayati sendiri secara personal.

Tapi agama juga biasa dijadikan tameng sekaligus batu pemukul bagi para pelaku. Agama menjadi demikian ketika dimasukkan ke dalam kotak-kotak yang biasa kita kasih sebutan bagus: lembaga.

Kita sudah tahu lembaga terbuat dari kumpulan orang. Kita juga tahu kumpulan orang terbuat dari kumpulan kepentingan.
Jadi, jika nanti ada ribut-ribut lagi, mestinya saya tidak perlu gumun lagi. Ribut-ribut sesaudara sudah ada sejak Kain dan Abel, beberapa saat setelah peristiwa ini:

“Satu gigitan saja, setelah itu kita akan terkenang-kenang selamanya” bisik Hawa kepada Adam sambil menyodorkan buah itu ke bibir Adam.
Sebelum peristiwa itu, bahkan mereka tidak tahu bahwa pakaian itu diperlukan semata-mata untuk menutupi kemaluan.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s