Sepuluh Potongan Bulan

1/

aku benci bulan
waktu bundar bulan aku terkenang
engkau kutulis sampai hampir benci

2/

Konon ikan-ikan cemburu pada bulan
sebab bulan lebih sering disapa penyair
Bulan kian bulat bikin ikan-ikan kian cemberut
di balik terumbu karang,
di kedalaman laut

3/

Maka tiap purnama nelayan enggan melaut
Mereka cuma membayangkan para istri jadi kapal
kasur jadi lautnya: main nelayan-nelayanan
Sambil terpejam mereka mimpi macam-macam

4/
seorang piano bercerita tentang seorang bulan yang selalu terlihat separo padahal ia tahu bulannya tidak pernah tidak bulat penuh

5/
Separo bulan bersinar terang yang sedang berada tepat di atas kepalaku itu tak juga berkabar apakah engkau yang ada di sana sedang melihat yang separo bersinar tepat di atas kepala pula.

6/

bulansapasi di atas kepalamu bulan sipit di saku sajakku

dua-duanya cuma sepotong. yang sepotong engkau simpanlah

ini yang sepotong aku bawa-bawa ke mana-mana.

7/

bulan tak pernah iri
kepada matahari yang cahayanya bisa mengubah
kelabu gerimis menjadi warna-warni bianglala

8/

sinarnya menerobos kerenggangan awan-awan, sela-sela dedaunan, kisi-kisi jendela. menyusup ke dalam kamar menerpa wajah sendu, remang-remang terhalang kelambu. o, engkau yang seolah bergerak mendekat dan menjauh, yang diam-diam tabah tak terpengaruh riuh. bulan o bulan. jangan bersedih o tapi marilah bersedih. bulan o mendung merampas cahyamu. mendung o gelap o tapi bahkan gerimis tak mampu memadamkan rindu. cahyamu menggenangi jalan-jalan itu, berkilauan memantulkan cahaya lampau-lampau.

9/

Kini, di sini malam agak dingin. Kepada bulan yang belum muncul, aku telah menulis puisi yang purnama. Tentang daun-daun yang masih basah, tentang angin yang kadang-kadang seperti suka berbisik-bisik.

10/

Tapi bulan tidak akan menjadi lebih indah maupun lebih buruk hanya karena sebuah diskripsi yang indah maupun buruk tentangnya. Bulan itu dari dulu ya cuma begitu begitu saja: tidak memiliki cahayanya sendiri, cuma memantulkan cahaya matahari sampai ke mata kita. Demikian juga engkau, demikian juga saya.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s