sinarnya menero…

sinarnya menerobos kerenggangan awan-awan, sela-sela dedaunan, kisi-kisi jendela. menyusup ke dalam kamar menerpa wajah sendu, remang-remang terhalang kelambu. o, engkau yang seolah bergerak mendekat dan menjauh, yang diam-diam tabah tak terpengaruh riuh. bulan o bulan. Jangan bersedih o tapi marilah bersedih. bulan o mendung merampas cahyamu. mendung o gelap o tapi bahkan gerimis tak mampu memadamkan rindu. kenangan menggenangi jalan-jalan itu, berkilauan memantulkan cahaya lampau-lampau.

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s